‹
SN 35.244

Dukkhadhammasutta

Khotbah tentang Hal-Hal yang Mengandung Penderitaan

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 35.244

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn35.244:3.1

Kathañca, bhikkhave, bhikkhuno kāmā diṭṭhā honti? Yathāssa kāme passato, yo kāmesu kāmacchando kāmasneho kāmamucchā kāmapariḷāho, so nānuseti.

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu telah melihat kenikmatan indria sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi kecenderungan tersembunyi terhadap keinginan indria, kemelekatan indria, kegilaan indria, dan gejolak nafsu indria?

And how has a mendicant seen sensual pleasures in such a way that they have no underlying tendency for desire, affection, infatuation, and passion for sensual pleasures?

sn35.244:3.2

Seyyathāpi, bhikkhave, aṅgārakāsu sādhikaporisā puṇṇā aṅgārānaṁ vītaccikānaṁ vītadhūmānaṁ. Atha puriso āgaccheyya jīvitukāmo amaritukāmo sukhakāmo dukkhapaṭikūlo. Tamenaṁ dve balavanto purisā nānābāhāsu gahetvā, taṁ aṅgārakāsuṁ upakaḍḍheyyuṁ. So iticīticeva kāyaṁ sannāmeyya.

Misalkan, para bhikkhu, ada sebuah lubang bara api yang dalamnya melebihi tinggi seseorang, penuh dengan bara api yang menyala tanpa nyala dan tanpa asap. Kemudian seseorang datang yang ingin hidup, tidak ingin mati, menginginkan kebahagiaan dan menolak penderitaan. Dua orang kuat memegang kedua lengannya dan menyeretnya menuju lubang bara api itu. Ia menggeliat dan meronta ke sana ke mari.

Suppose there was a pit of glowing coals deeper than a man’s height, filled with glowing coals that neither flamed nor smoked. Then a person would come along who wants to live and doesn’t want to die, who wants to be happy and recoils from pain. Two strong men would grab each arm and drag them toward the pit of glowing coals. They’d writhe and struggle to and fro.

sn35.244:3.4

Ñātañhi, bhikkhave, tassa purisassa imañcāhaṁ aṅgārakāsuṁ papatissāmi, tatonidānaṁ maraṇaṁ vā nigacchissāmi maraṇamattaṁ vā dukkhanti.

Karena orang itu mengetahui, para bhikkhu, ‘Jika aku jatuh ke dalam lubang bara api ini, aku akan mengalami kematian atau penderitaan yang mematikan.’

For that person knows, ‘If I fall in that pit of glowing coals, that will result in my death or deadly pain.’

sn35.244:3.5

Evameva kho, bhikkhave, bhikkhuno aṅgārakāsūpamā kāmā diṭṭhā honti, yathāssa kāme passato, yo kāmesu kāmacchando kāmasneho kāmamucchā kāmapariḷāho, so nānuseti.

Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu telah melihat kenikmatan indria bagaikan lubang bara api, sehingga ketika ia melihat kenikmatan indria, tidak ada lagi kecenderungan tersembunyi terhadap keinginan indria, kemelekatan indria, kegilaan indria, dan gejolak nafsu indria.

In the same way, when a mendicant has seen sensual pleasures as like a pit of glowing coals, they have no underlying tendency for desire, affection, infatuation, and passion for sensual pleasures.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.