sn35.244:9.1 Para bhikkhu, bagaikan sungai Gangga yang condong, miring, dan cenderung ke arah timur. Kemudian sekelompok besar orang datang membawa cangkul dan keranjang, berpikir: ‘Kami akan membuat sungai Gangga ini condong, miring, dan cenderung ke arah barat!’
sn35.244:9.2 Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu,
sn35.244:9.3 apakah sekelompok besar orang itu dapat membuat sungai Gangga condong, miring, dan cenderung ke arah barat?”
sn35.244:9.4 “Tidak mungkin, Bhante.”
sn35.244:9.5 “Apakah sebabnya?”
sn35.244:9.6 “Sungai Gangga, Bhante, condong, miring, dan cenderung ke arah timur.
sn35.244:9.7 Tidaklah mudah untuk membuatnya condong, miring, dan cenderung ke arah barat.
sn35.244:9.8 Sekelompok besar orang itu hanya akan memperoleh kelelahan dan kesusahan.”
sn35.244:9.9 “Demikian pula, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu yang berperilaku demikian dan berdiam demikian itu, oleh raja-raja atau menteri-menteri kerajaan, sahabat-sahabat atau kolega-kolega, kerabat-kerabat atau sanak keluarga, diundang untuk menerima kekayaan, dengan berkata:
sn35.244:9.10 ‘Mari, Tuan, mengapa jubah kuning ini menyusahkanmu?
sn35.244:9.11 Mengapa engkau mengembara dengan kepala tercukur dan membawa mangkuk?
sn35.244:9.12 Mari, kembalilah ke kehidupan rendah, nikmatilah kekayaan, dan lakukanlah kebajikan-kebajikan!’
sn35.244:9.13 Maka, para bhikkhu, adalah tidak mungkin bahwa seorang bhikkhu yang berperilaku demikian dan berdiam demikian itu akan melepaskan latihan dan kembali ke kehidupan rendah.
sn35.244:9.14 Apakah sebabnya?
sn35.244:9.15 Karena, para bhikkhu, pikiran yang sejak lama telah condong, miring, dan cenderung pada keterasingan—maka adalah tidak mungkin ia akan kembali ke kehidupan rendah.”
sn35.244:9.16 Ketujuh.