sn35.244:5.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang tidak terkekang?
sn35.244:5.2 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu setelah melihat bentuk dengan mata, pada bentuk yang indah ia melekat, pada bentuk yang tidak indah ia membenci; ia berdiam dengan perhatian pada tubuh yang tidak tegak dan pikiran yang sempit.
sn35.244:5.3 Dan ia tidak memahami sebagaimana adanya kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, di mana kualitas-kualitas buruk dan tidak terampil yang telah muncul itu lenyap tanpa sisa …
sn35.244:5.4 Setelah mengecap rasa dengan lidah …
sn35.244:5.5 setelah mengetahui fenomena pikiran dengan pikiran, pada fenomena yang indah ia melekat, pada fenomena yang tidak indah ia membenci; ia berdiam dengan perhatian pada tubuh yang tidak tegak dan pikiran yang sempit.
sn35.244:5.6 Dan ia tidak memahami sebagaimana adanya kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, di mana kualitas-kualitas buruk dan tidak terampil yang telah muncul itu lenyap tanpa sisa.
sn35.244:5.7 Demikianlah, para bhikkhu, seseorang tidak terkekang.