sn35.244:4.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu telah menembus cara berjalan dan cara berdiam, sehingga ketika ia berjalan dan berdiam demikian, kualitas-kualitas buruk yang tidak bermanfaat berupa ketamakan dan ketidak-senangan tidak menguasainya?
sn35.244:4.2 Misalkan, para bhikkhu, seseorang memasuki hutan yang penuh duri. Di depannya ada duri, di belakangnya ada duri, di utaranya ada duri, di selatannya ada duri, di bawahnya ada duri, di atasnya ada duri. Ia berjalan maju dengan penuh perhatian dan berjalan mundur dengan penuh perhatian, berpikir: ‘Semoga aku tidak tertusuk duri!’
sn35.244:4.3 Demikian pula, para bhikkhu, apa pun yang di dunia ini tampak indah dan menyenangkan, itu disebut duri dalam disiplin Yang Mulia.”
sn35.244:4.4 Setelah memahami hal ini, seseorang harus memahami pengekangan dan ketidak-pengekangan.