sn35.241:1.1 Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di dekat Kosambī, di tepi sungai Gangga.
sn35.241:1.2 Sang Buddha melihat sebatang kayu besar yang hanyut terbawa arus sungai Gangga.
sn35.241:1.3 Setelah melihatnya, Beliau berkata kepada para bhikkhu:
sn35.241:1.4 "Para bhikkhu, apakah kalian melihat batang kayu besar itu yang hanyut terbawa arus sungai Gangga?"
sn35.241:1.5 "Ya, Bhante."
sn35.241:1.6 "Para bhikkhu, jika batang kayu itu tidak hanyut ke tepi dekat, tidak hanyut ke tepi seberang, tidak tenggelam di tengah, tidak terdampar di daratan tinggi, tidak diambil oleh manusia, tidak diambil oleh makhluk bukan manusia, tidak terseret pusaran air, dan tidak membusuk dari dalam;
sn35.241:1.7 maka, para bhikkhu, batang kayu itu akan condong, miring, dan cenderung menuju samudra.
sn35.241:1.8 Mengapa demikian?
sn35.241:1.9 Karena, para bhikkhu, arus sungai Gangga condong, miring, dan cenderung menuju samudra.