sn35.207-209:1.1 “Para bhikkhu, mata adalah penderitaan, baik yang lampau, yang akan datang, maupun yang sekarang. Demikian pula telinga, hidung, lidah, badan, dan pikiran adalah penderitaan, baik yang lampau, yang akan datang, maupun yang sekarang.
sn35.207-209:1.2 Apa yang merupakan penderitaan adalah bukan-diri.
sn35.207-209:1.3 Apa yang bukan-diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, yaitu: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.’ …
sn35.207-209:1.4 Lidah adalah penderitaan …
sn35.207-209:1.5 Pikiran adalah penderitaan, baik yang lampau, yang akan datang, maupun yang sekarang.
sn35.207-209:1.6 Apa yang merupakan penderitaan adalah bukan-diri.
sn35.207-209:1.7 Apa yang bukan-diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, yaitu: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.’
sn35.207-209:1.8 Dengan melihat demikian …
sn35.207-209:1.9 ia memahami: ‘Tidak ada lagi kelahiran kembali dalam kondisi apa pun.’”