Para bhikkhu, selama makhluk-makhluk belum memahami sebagaimana adanya kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari enam landasan indria internal ini, selama itu pula mereka belum terbebas dari dunia ini—dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā—dari generasi ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia, dan mereka tidak berdiam dengan terlepas, terbebaskan, dengan pikiran yang bebas dari batasan.
As long as sentient beings don’t truly understand these six interior sense fields’ gratification, drawback, and escape for what they are, they haven’t escaped from this world—with its gods, Māras, and divinities, this population with its ascetics and brahmins, its gods and humans—and they don’t live detached, liberated, with mind free of boundaries.
Akan tetapi, para bhikkhu, ketika makhluk-makhluk telah memahami sebagaimana adanya kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari enam landasan indria internal ini, maka mereka terbebas dari dunia ini—dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā—dari generasi ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia, dan mereka berdiam dengan terlepas, terbebaskan, dengan pikiran yang bebas dari batasan."
But when sentient beings truly understand these six interior sense fields’ gratification, drawback, and escape for what they are, they’ve escaped from this world—with its gods, Māras, and divinities, this population with its ascetics and brahmins, its gods and humans—and they live detached, liberated, with mind free of boundaries.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 35.17 · Paṭhamanoceassādasutta | Tiga Keranjang