sn35.167:1.1 Kemudian seorang bhikkhu mendatangi Buddha …
sn35.167:1.2 dan berkata kepada Beliau:
sn35.167:1.3 “Yang Mulia, bagaimanakah seseorang mengetahui dan melihat sehingga pandangan diri dapat ditinggalkan?”
sn35.167:1.4 “Bhikkhu, dengan mengetahui dan melihat mata sebagai bukan-diri, pandangan diri ditinggalkan.
sn35.167:1.5 Dengan mengetahui dan melihat bentuk-bentuk sebagai bukan-diri, pandangan diri ditinggalkan.
sn35.167:1.6 Dengan mengetahui dan melihat kesadaran mata sebagai bukan-diri, pandangan diri ditinggalkan.
sn35.167:1.7 Dengan mengetahui dan melihat kontak mata sebagai bukan-diri, pandangan diri ditinggalkan.
sn35.167:1.8 Apa pun perasaan yang muncul dengan kontak mata sebagai kondisi—apakah menyenangkan, menyakitkan, atau netral—dengan mengetahui dan melihat itu sebagai bukan-diri, pandangan diri ditinggalkan. …
sn35.167:1.9 Dengan mengetahui dan melihat lidah sebagai bukan-diri, pandangan diri ditinggalkan. …
sn35.167:1.10 Dengan mengetahui dan melihat pikiran sebagai bukan-diri, pandangan diri ditinggalkan.
sn35.167:1.11 Dengan mengetahui dan melihat objek-objek pikiran …
sn35.167:1.12 kesadaran pikiran …
sn35.167:1.13 kontak pikiran …
sn35.167:1.14 Apa pun perasaan yang muncul dengan kontak pikiran sebagai kondisi—apakah menyenangkan, menyakitkan, atau netral—dengan mengetahui dan melihat itu sebagai bukan-diri, pandangan diri ditinggalkan.”
sn35.167:1.15 Dua belas.
sn35.167:1.16 Bab Nandikkhaya yang pertama.