sn35.156:1.1 “Para bhikkhu, mata yang sungguh tidak kekal. Seorang bhikkhu melihat mata sebagai tidak kekal: itulah pandangan benarnya.
sn35.156:1.2 Dengan melihat benar, ia menjadi jemu.
sn35.156:1.3 Dengan berakhirnya kegenapan, berakhirlah nafsu;
sn35.156:1.4 dengan berakhirnya nafsu, berakhirlah kegenapan.
sn35.156:1.5 Dengan berakhirnya kegenapan dan nafsu, pikiran dikatakan terbebas sempurna …
sn35.156:1.6 Para bhikkhu, lidah yang sungguh tidak kekal. Seorang bhikkhu melihat lidah sebagai tidak kekal: itulah pandangan benarnya.
sn35.156:1.7 Dengan melihat benar, ia menjadi jemu.
sn35.156:1.8 Dengan berakhirnya kegenapan, berakhirlah nafsu;
sn35.156:1.9 dengan berakhirnya nafsu …
sn35.156:1.10 pikiran dikatakan terbebas sempurna …
sn35.156:1.11 Para bhikkhu, pikiran yang sungguh tidak kekal. Seorang bhikkhu melihat pikiran sebagai tidak kekal: itulah pandangan benarnya.
sn35.156:1.12 Dengan melihat benar, ia menjadi jemu.
sn35.156:1.13 Dengan berakhirnya kegenapan, berakhirlah nafsu;
sn35.156:1.14 dengan berakhirnya nafsu, berakhirlah kegenapan.
sn35.156:1.15 Dengan berakhirnya kegenapan dan nafsu, pikiran dikatakan terbebas sempurna.”
sn35.156:1.16 Paṭhamaṁ.