“Jika, bhikkhu, ia mengajarkan Dhamma untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya mata, maka ia layak disebut ‘bhikkhu pembabar Dhamma’.
“If a mendicant teaches Dhamma for disillusionment, dispassion, and cessation regarding the eye, they’re qualified to be called ‘a mendicant who speaks on Dhamma’.
Jika, bhikkhu, ia berlatih untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya mata, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang berlatih sesuai Dhamma’.
If they practice for disillusionment, dispassion, and cessation regarding the eye, they’re qualified to be called ‘a mendicant who practices in line with the teaching’.
Jika, bhikkhu, melalui kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya mata, ia terbebaskan tanpa kemelekatan, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang mencapai Nibbāna dalam kehidupan ini’. …
If they’re freed by not grasping by disillusionment, dispassion, and cessation regarding the eye, they’re qualified to be called ‘a mendicant who has attained extinguishment in this very life’.
Jika, bhikkhu, ia berlatih untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya pikiran, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang berlatih sesuai Dhamma’.
If they practice for disillusionment, dispassion, and cessation regarding the mind, they’re qualified to be called ‘a mendicant who practices in line with the teaching’.
Jika, bhikkhu, melalui kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya pikiran, ia terbebaskan tanpa kemelekatan, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang mencapai Nibbāna dalam kehidupan ini’.”
If they’re freed by not grasping by disillusionment, dispassion, and cessation regarding the mind, they’re qualified to be called ‘a mendicant who has attained extinguishment in this very life’.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 35.155 · Sutta Penanya tentang Pembabar Dhamma | Tiga Keranjang