sn35.155:2.1 “Jika, bhikkhu, ia mengajarkan Dhamma untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya mata, maka ia layak disebut ‘bhikkhu pembabar Dhamma’.
sn35.155:2.2 Jika, bhikkhu, ia berlatih untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya mata, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang berlatih sesuai Dhamma’.
sn35.155:2.3 Jika, bhikkhu, melalui kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya mata, ia terbebaskan tanpa kemelekatan, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang mencapai Nibbāna dalam kehidupan ini’. …
sn35.155:2.4 Jika, bhikkhu, ia mengajarkan Dhamma untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya lidah, maka ia layak disebut ‘bhikkhu pembabar Dhamma’. …
sn35.155:2.5 Jika, bhikkhu, ia mengajarkan Dhamma untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya pikiran, maka ia layak disebut ‘bhikkhu pembabar Dhamma’.
sn35.155:2.6 Jika, bhikkhu, ia berlatih untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya pikiran, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang berlatih sesuai Dhamma’.
sn35.155:2.7 Jika, bhikkhu, melalui kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya pikiran, ia terbebaskan tanpa kemelekatan, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang mencapai Nibbāna dalam kehidupan ini’.”
sn35.155:2.8 Kesepuluh.
sn35.155:2.9 Bab Kelima tentang Lama dan Baru.