sn35.154:2.1 “Jika, bhikkhu, dengan berdiam merenungkan muncul dan lenyapnya indria mata, ia menjadi jijik terhadap indria mata …
sn35.154:2.2 Jika, bhikkhu, dengan berdiam merenungkan muncul dan lenyapnya indria telinga … indria hidung … indria lidah … indria badan …
sn35.154:2.3 indria pikiran, ia menjadi jijik terhadap indria pikiran.
sn35.154:2.4 Karena jijik, nafsu menjadi padam … Ketika terbebaskan, timbul pengetahuan: ‘Terbebaskan.’
sn35.154:2.5 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’
sn35.154:2.6 Sejauh inilah, bhikkhu, seseorang disebut sempurna dalam indria.”
sn35.154:2.7 Sutta Kesembilan.