sn35.137:1.1 “Para bhikkhu, para deva dan manusia menyukai bentuk, mereka bergembira pada bentuk dan bersenang dalam bentuk.
sn35.137:1.2 Tetapi ketika bentuk-bentuk itu musnah, memudar, dan lenyap, para deva dan manusia, para bhikkhu, hidup dalam penderitaan. …
sn35.137:1.3 Menyukai suara …
sn35.137:1.4 menyukai bau …
sn35.137:1.5 menyukai rasa …
sn35.137:1.6 menyukai sentuhan …
sn35.137:1.7 Para bhikkhu, para deva dan manusia menyukai fenomena pikiran, mereka bergembira pada fenomena pikiran dan bersenang dalam fenomena pikiran.
sn35.137:1.8 Tetapi ketika fenomena-fenomena pikiran itu musnah, memudar, dan lenyap, para deva dan manusia, para bhikkhu, hidup dalam penderitaan.
sn35.137:1.9 Tetapi, para bhikkhu, Sang Tathāgata, Yang Layak, Yang Tercerahkan Sempurna, setelah memahami sebagaimana adanya kemunculan, kelenyapan, kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari bentuk-bentuk, tidak menyukai bentuk, tidak bergembira pada bentuk, dan tidak bersenang dalam bentuk.
sn35.137:1.10 Ketika bentuk-bentuk itu musnah, memudar, dan lenyap, para bhikkhu, Sang Tathāgata hidup dengan bahagia. …”
sn35.137:1.11 … suara-suara …
sn35.137:1.12 … bau-bauan …
sn35.137:1.13 … rasa-rasa …
sn35.137:1.14 … sentuhan-sentuhan …
sn35.137:1.15 … setelah memahami sebagaimana adanya kemunculan, kelenyapan, kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari fenomena-fenomena pikiran, tidak menyukai fenomena pikiran, tidak bergembira pada fenomena pikiran, dan tidak bersenang dalam fenomena pikiran.
sn35.137:1.16 Ketika fenomena-fenomena pikiran itu musnah, memudar, dan lenyap, para bhikkhu, Sang Tathāgata hidup dengan bahagia.”
sn35.137:1.17 Keempat.