Kemudian seorang pemuda murid dari brahmani keturunan Verahaccāni mendatangi Yang Mulia Udāyī; setelah mendekat, ia bertukar sapa dengan Yang Mulia Udāyī.
Then a boy who was a pupil of the brahmin lady of the Verahaccāni clan went up to Udāyī and exchanged greetings with him.
Kemudian pemuda itu, setelah diajari, didorong, dibangkitkan semangatnya, dan digembirakan oleh Yang Mulia Udāyī dengan khotbah Dhamma, bangkit dari duduknya dan mendatangi brahmani keturunan Verahaccāni; setelah mendekat, ia berkata kepada brahmani keturunan Verahaccāni itu:
Then that young student went to the brahmin lady of the Verahaccāni clan and said to her,
Pertapa Udāyī mengajarkan Dhamma yang indah di awal, indah di tengah, dan indah di akhir, dengan makna dan kata-kata yang baik; ia menyatakan kehidupan suci yang lengkap dan murni sepenuhnya."
The ascetic Udāyī teaches Dhamma that’s good in the beginning, good in the middle, and good in the end, meaningful and well-phrased. And he reveals a spiritual practice that’s entirely full and pure.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 35.133 · Khotbah tentang Verahaccāni | Tiga Keranjang