sn35.13:1.1 Di Sāvatthī.
sn35.13:1.2 “Para bhikkhu, sebelum pencerahan-Ku—ketika Aku masih belum tercerahkan namun bertekad mencapai pencerahan—Aku berpikir:
sn35.13:1.3 ‘Apakah kepuasan, apakah bahaya, dan apakah jalan keluar sehubungan dengan mata …
sn35.13:1.4 telinga …
sn35.13:1.5 hidung …
sn35.13:1.6 lidah …
sn35.13:1.7 tubuh …
sn35.13:1.8 dan pikiran?’
sn35.13:1.9 Kemudian, para bhikkhu, hal ini terlintas dalam pikiran-Ku:
sn35.13:1.10 ‘Kenikmatan dan kebahagiaan yang muncul karena mata: inilah kepuasannya.
sn35.13:1.11 Bahwa mata adalah tidak kekal, menderita, dan rentan berubah: inilah bahayanya.
sn35.13:1.12 Melenyapkan dan melepaskan keinginan serta nafsu terhadap mata: inilah jalan keluarnya.
sn35.13:1.13 Kenikmatan dan kebahagiaan yang muncul karena telinga …
sn35.13:1.14 hidung …
sn35.13:1.15 lidah …
sn35.13:1.16 Bahwa lidah adalah tidak kekal, menderita, dan rentan berubah: inilah bahayanya.
sn35.13:1.17 Melenyapkan dan melepaskan keinginan serta nafsu terhadap lidah: inilah jalan keluarnya.
sn35.13:1.18 Badan …
sn35.13:1.19 Batin: inilah kepuasan batin.
sn35.13:1.20 Bahwa batin adalah tidak kekal, menderita, dan berubah-ubah: inilah bahaya batin.
sn35.13:1.21 Menghilangkan dan melepaskan keinginan dan nafsu terhadap batin: inilah jalan keluar dari batin.’