Jika indria mata tidak terkendali, maka nafsu keinginan dan ketidakpuasan, kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil, akan melanda. Oleh karena itu, berlatihlah untuk mengendalikannya, lindungilah indria mata, dan capailah pengendalian atas indria mata.
If the faculty of sight were left unrestrained, bad unskillful qualities of covetousness and displeasure would become overwhelming. For this reason, practice restraint, protect the faculty of sight, and achieve its restraint.
Jika indria pikiran tidak terkendali, maka nafsu keinginan dan ketidakpuasan, kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil, akan melanda. Oleh karena itu, berlatihlah untuk mengendalikannya, lindungilah indria pikiran, dan capailah pengendalian atas indria pikiran.’
If the faculty of mind were left unrestrained, bad unskillful qualities of covetousness and displeasure would become overwhelming. For this reason, practice restraint, protect the faculty of mind, and achieve its restraint.’
Inilah juga sebabnya, Baginda Raja, inilah kondisinya mengapa para bhikkhu muda ini, berambut hitam, memiliki masa muda yang baik, berada di tahap pertama kehidupan, yang belum bermain-main dalam kenikmatan indria, menjalani kehidupan suci yang lengkap dan murni hingga akhir hayat, dan mempertahankannya untuk waktu yang lama.”
This is also a cause, Great King, this is a reason why these young monks practice the full and pure spiritual life as long as they live, maintaining it for a long time.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 35.127 · Khotbah dengan Bhāradvāja | Tiga Keranjang