‹
SN 35.124

Vesālīsutta

Khotbah di Vesālī

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 35.124

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn35.124:3.1

Santi ca kho, gahapati, cakkhuviññeyyā rūpā, iṭṭhā kantā manāpā piyarūpā kāmūpasaṁhitā rajanīyā.

Ada, perumah tangga, bentuk-bentuk yang dikenali oleh mata, yang disukai, diinginkan, menyenangkan, disayangi, berhubungan dengan nafsu, dan menggoda.

There are sights known by the eye, which are likable, desirable, agreeable, pleasant, sensual, and arousing.

sn35.124:3.2

Tañce bhikkhu nābhinandati nābhivadati nājjhosāya tiṭṭhati. Tassa taṁ anabhinandato anabhivadato anajjhosāya tiṭṭhato na tannissitaṁ viññāṇaṁ hoti, na tadupādānaṁ.

Jika seorang bhikkhu tidak menyetujui, tidak menyambut, dan tidak terus melekat padanya, maka kesadarannya tidak menjadi bergantung pada itu dan tidak memiliki itu sebagai bahan bakar untuk kemelekatan.

If a mendicant doesn’t approve, welcome, and keep clinging to them, their consciousness doesn’t have that as support and fuel for grasping.

sn35.124:3.3

Anupādāno, gahapati, bhikkhu parinibbāyati …pe…

Seorang bhikkhu yang bebas dari kemelekatan, perumah tangga, menjadi padam.

A mendicant free of grasping becomes extinguished.

sn35.124:3.4

santi kho, gahapati, jivhāviññeyyā rasā …pe…

Ada, perumah tangga, suara-suara ... bau-bauan ... rasa-rasa ... sentuhan-sentuhan ...

There are sounds … smells … tastes … touches …

sn35.124:3.5

santi kho, gahapati, manoviññeyyā dhammā iṭṭhā kantā manāpā piyarūpā kāmūpasaṁhitā rajanīyā.

Ada, perumah tangga, objek-objek pikiran yang dikenali oleh pikiran, yang disukai, diinginkan, menyenangkan, disayangi, berhubungan dengan nafsu, dan menggoda.

ideas known by the mind, which are likable, desirable, agreeable, pleasant, sensual, and arousing.

sn35.124:3.6

Tañce bhikkhu nābhinandati nābhivadati nājjhosāya tiṭṭhati, tassa taṁ anabhinandato anabhivadato anajjhosāya tiṭṭhato. Na tannissitaṁ viññāṇaṁ hoti, na tadupādānaṁ.

Jika seorang bhikkhu tidak menyetujui, tidak menyambut, dan tidak melekat pada hal-hal itu, maka karena tidak menyetujui, tidak menyambut, dan tidak melekat, kesadarannya tidak bersandar pada hal itu dan tidak ada kemelekatan padanya.

If a mendicant doesn’t approve, welcome, and keep clinging to them, their consciousness doesn’t have that as support and fuel for grasping.

sn35.124:3.7

Anupādāno, gahapati, bhikkhu parinibbāyati.

Seorang bhikkhu yang bebas dari kemelekatan, perumah tangga, mencapai padamnya (nibbana).

A mendicant free of grasping becomes extinguished.

sn35.124:3.8

Ayaṁ kho, gahapati, hetu ayaṁ paccayo yena m’idhekacce sattā diṭṭheva dhamme parinibbāyantī”ti.

Inilah, perumah tangga, sebab dan alasan mengapa sebagian makhluk mencapai padamnya (nibbana) dalam kehidupan ini juga."

That’s the cause, that’s the reason why some sentient beings are fully extinguished in this very life.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.