sn35.117:1.1 “Para bhikkhu, sebelum pencerahan-Ku—ketika Aku masih belum tercerahkan namun bertekad mencapai pencerahan—Aku berpikir:
sn35.117:1.2 ‘Pikiranku mungkin sering mengembara menuju lima jenis stimulasi indrawi yang pernah Kualami—yang telah berlalu, lenyap, dan musnah—atau menuju yang ada di masa kini, atau sedikit ke masa depan.’
sn35.117:1.3 Kemudian, para bhikkhu, hal ini terpikir oleh-Ku:
sn35.117:1.4 ‘Dengan cara-Ku sendiri, Aku harus berlatih ketekunan, perhatian, dan melindungi pikiran sehubungan dengan lima jenis stimulasi indrawi yang pernah Kualami—yang telah berlalu, lenyap, dan musnah.’
sn35.117:1.5 Oleh karena itu, para bhikkhu, pikiran kalian juga mungkin sering mengembara menuju lima jenis stimulasi indrawi yang pernah kalian alami—yang telah berlalu, lenyap, dan musnah—atau menuju yang ada di masa kini, atau sedikit ke masa depan.
sn35.117:1.6 Oleh karena itu, para bhikkhu, dengan cara kalian sendiri, kalian harus berlatih ketekunan, perhatian, dan melindungi pikiran sehubungan dengan lima jenis stimulasi indrawi yang pernah kalian alami—yang telah berlalu, lenyap, dan musnah.
sn35.117:1.7 Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus memahami landasan indrawi itu di mana mata berhenti dan persepsi bentuk-bentuk visual mereda.
sn35.117:1.8 Kalian harus memahami landasan indrawi itu di mana telinga … hidung … lidah … tubuh …
sn35.117:1.9 … pikiran berhenti dan persepsi gagasan-gagasan mereda.”
sn35.117:1.10 Setelah berkata demikian, Sang Bhagavā bangkit dari duduk-Nya dan memasuki tempat tinggal-Nya.