sn32.13-52:1.1 Di Sāvatthī.
sn32.13-52:1.2 Sambil duduk di satu sisi, bhikkhu itu berkata kepada Sang Bhagavā:
sn32.13-52:1.3 “Bhante, apakah sebab, apakah alasan, sehingga seseorang di sini, setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir di tengah-tengah para dewa awan panas …
sn32.13-52:1.4 … para dewa awan badai …
sn32.13-52:1.5 … para dewa awan angin …
sn32.13-52:1.6 … terlahir di tengah-tengah para dewa awan hujan?”
sn32.13-52:1.7 “Di sini, bhikkhu, seseorang berperilaku baik melalui jasmani, berperilaku baik melalui ucapan, dan berperilaku baik melalui pikiran.
sn32.13-52:1.8 Dan ia telah mendengar:
sn32.13-52:1.9 ‘Para dewa awan hujan berumur panjang, rupawan, dan sangat bahagia.’
sn32.13-52:1.10 Ia berpikir:
sn32.13-52:1.11 ‘Oh, sekiranya setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, aku terlahir di tengah-tengah para dewa awan hujan!’
sn32.13-52:1.12 Ia memberikan makanan …
sn32.13-52:1.13 Ia memberikan pelita.
sn32.13-52:1.14 Setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, ia terlahir di tengah-tengah para dewa awan hujan.
sn32.13-52:1.15 Ini, bhikkhu, adalah sebab, ini adalah alasan, sehingga seseorang di sini, setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir di tengah-tengah para dewa awan hujan.”
sn32.13-52:1.16 Lima puluh dua selesai.