sn31.23-112:1.1 Di Sāvatthī.
sn31.23-112:1.2 Sambil duduk di satu sisi, bhikkhu itu berkata kepada Sang Bhagavā:
sn31.23-112:1.3 “Bhante, apakah sebab, apakah alasan, sehingga seseorang, setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali bersama para deva yang berdiam di kayu inti harum …
sn31.23-112:1.4 kayu lunak harum …
sn31.23-112:1.5 kulit kayu harum …
sn31.23-112:1.6 pucuk harum …
sn31.23-112:1.7 daun harum …
sn31.23-112:1.8 bunga harum …
sn31.23-112:1.9 buah harum …
sn31.23-112:1.10 getah harum …
sn31.23-112:1.11 terlahir kembali bersama para deva yang berdiam di wewangian?”
sn31.23-112:1.12 “Di sini, bhikkhu, seseorang melakukan perbuatan baik melalui jasmani, melalui ucapan, dan melalui pikiran.
sn31.23-112:1.13 Dan ia telah mendengar:
sn31.23-112:1.14 ‘Para deva yang berdiam di wewangian berumur panjang, rupawan, dan sangat bahagia.’
sn31.23-112:1.15 Ia berpikir:
sn31.23-112:1.16 ‘Oh, sekiranya setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, aku terlahir kembali bersama para deva yang berdiam di wewangian!’
sn31.23-112:1.17 Ia memberikan makanan …
sn31.23-112:1.18 memberi minuman …
sn31.23-112:1.19 memberi pakaian …
sn31.23-112:1.20 memberi kendaraan …
sn31.23-112:1.21 memberi karangan bunga …
sn31.23-112:1.22 memberi wewangian …
sn31.23-112:1.23 memberi salep wangi …
sn31.23-112:1.24 memberi tempat tidur …
sn31.23-112:1.25 memberi rumah …
sn31.23-112:1.26 memberi pelita.
sn31.23-112:1.27 Setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, ia terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang berdiam dalam wewangian.
sn31.23-112:1.28 Ini, bhikkhu, adalah sebab, ini adalah alasan, yang menyebabkan seseorang setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di tengah-tengah para dewa yang berdiam dalam wewangian.”
sn31.23-112:1.29 Yang kedua belas.