sn3.20:4.1 Karena saudagar itu, O Maharaja, telah memberikan dana makanan kepada Paccekabuddha Tagarasikhi, sebagai akibat dari perbuatan itu ia terlahir tujuh kali di alam bahagia, alam surga.
sn3.20:4.2 Dan sebagai sisa akibat dari perbuatan yang sama itu, ia menduduki jabatan saudagar tujuh kali tepat di Sāvatthī ini.
sn3.20:4.3 Tetapi karena saudagar itu, setelah memberi dana, kemudian menyesal:
sn3.20:4.4 ‘Alangkah baiknya jika makanan ini diberikan kepada para budak atau pekerja,’ maka sebagai akibat dari perbuatan itu, pikirannya tidak condong untuk menikmati makanan yang lezat, tidak condong untuk menikmati pakaian yang bagus, tidak condong untuk menikmati kendaraan yang bagus, tidak condong untuk menikmati kelima jenis kenikmatan indria yang halus.
sn3.20:4.5 Dan karena saudagar itu, O Maharaja, telah membunuh putra tunggal saudaranya demi harta warisan, sebagai akibat dari perbuatan itu ia terbakar di neraka selama bertahun-tahun, selama beratus-ratus tahun, selama beribu-ribu tahun, selama beratus-ratus ribu tahun.
sn3.20:4.6 Dan sebagai sisa akibat dari perbuatan yang sama itu, untuk ketujuh kalinya ia tidak memiliki anak, dan harta warisannya masuk ke perbendaharaan kerajaan.
sn3.20:4.7 Sekarang, O Maharaja, jasa lama saudagar itu telah habis, dan ia tidak mengumpulkan jasa baru.
sn3.20:4.8 Hari ini, O Maharaja, saudagar itu terbakar di Neraka Mahāroruva, Neraka Jeritan Besar.”
sn3.20:4.9 “Benarkah, Bhante, saudagar itu telah terlahir di Neraka Mahāroruva, Neraka Jeritan Besar?”
sn3.20:4.10 “Benar, O Maharaja, saudagar itu telah terlahir di Neraka Mahāroruva, Neraka Jeritan Besar.”
sn3.20:4.11 Demikianlah Sang Buddha bersabda. …