Akan tetapi, Baginda, seorang yang baik setelah memperoleh kekayaan yang melimpah, membahagiakan dan menyenangkan dirinya sendiri, membahagiakan dan menyenangkan ibu bapaknya, membahagiakan dan menyenangkan istri dan anak-anaknya, membahagiakan dan menyenangkan para budak, pekerja, dan pelayannya, membahagiakan dan menyenangkan sahabat dan kerabatnya, dan menegakkan persembahan yang luhur kepada para petapa dan brahmana yang mengarah ke surga, berbuah kebahagiaan, dan menuntun menuju alam surga.
When a true person has acquired notable wealth they make themselves happy and pleased. And they make their mother and father, partners and children, bondservants, workers, and staff, and friends and colleagues happy and pleased. And they establish an uplifting religious donation for ascetics and brahmins that’s conducive to heaven, ripens in happiness, and leads to heaven.
Tassa te bhoge evaṁ sammā paribhuñjiyamāne neva rājāno haranti, na corā haranti, na aggi ḍahati, na udakaṁ vahati, na appiyā dāyādā haranti.
Kekayaan itu, karena digunakan dengan semestinya, tidak diambil oleh raja-raja, tidak diambil oleh para perampok, tidak dilalap api, tidak dihanyutkan air, dan tidak diambil oleh ahli waris yang tidak disayangi.
Because they make proper use of that wealth, rulers or bandits don’t take it, fire doesn’t consume it, flood doesn’t sweep it away, and unloved heirs don’t take it.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 3.19 · Khotbah tentang Tanpa Anak (1) | Tiga Keranjang