sn28.4:2.1 “Sahabat, dengan meninggalkan kesenangan dan kesakitan, serta lenyapnya kegembiraan dan kesedihan sebelumnya, aku masuk dan berdiam dalam jhāna keempat, tanpa kesenangan maupun kesakitan, dengan keseimbangan batin dan perhatian yang murni.
sn28.4:2.2 Tetapi tidak terpikir olehku:
sn28.4:2.3 ‘Aku sedang masuk jhāna keempat’ atau ‘Aku telah masuk jhāna keempat’ atau ‘Aku sedang keluar dari jhāna keempat’.”
sn28.4:2.4 “Itu pasti karena Yang Mulia Sāriputta telah lama sepenuhnya mencabut kecenderungan tersembunyi terhadap pembentukan-aku, pembentukan-milikku, dan keangkuhan.
sn28.4:2.5 Itulah sebabnya tidak terpikir olehmu:
sn28.4:2.6 ‘Aku sedang masuk jhāna keempat’ atau ‘Aku telah masuk jhāna keempat’ atau ‘Aku sedang keluar dari jhāna keempat’.”
sn28.4:2.7 Keempat.