sn24.96:5.1 Dengan melihat demikian, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar menjadi jemu terhadap bentuk, jemu terhadap perasaan, jemu terhadap persepsi, jemu terhadap bentukan-bentukan pikiran, dan jemu terhadap kesadaran.
BAGIAN 5
sn24.96:5.2 Dengan kejemuan, ia menjadi bosan; dengan kebosanan, ia terbebaskan. Ketika terbebaskan, muncullah pengetahuan bahwa ia telah terbebaskan.
sn24.96:5.3 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’”
sn24.96:5.4 Peyyāla keempat.