sn23.11:1.1 Di Sāvatthī.
sn23.11:1.2 Sambil duduk di satu sisi, Yang Mulia Rādha berkata kepada Sang Bhagavā:
sn23.11:1.3 ‘Māra, Māra,’ Yang Mulia, demikianlah dikatakan.
sn23.11:1.4 Apakah sebenarnya, Yang Mulia, yang disebut Māra itu?”
sn23.11:1.5 “Rādha, bentuk adalah Māra, perasaan adalah Māra, persepsi adalah Māra, bentukan-bentukan pikiran adalah Māra, kesadaran adalah Māra.
sn23.11:1.6 Melihat demikian, Rādha, seorang siswa mulia yang terpelajar menjadi bosan terhadap bentuk, bosan terhadap perasaan, bosan terhadap persepsi, bosan terhadap bentukan-bentukan pikiran, bosan terhadap kesadaran.
sn23.11:1.7 Dengan menjadi bosan, nafsu menjadi padam. Dengan padamnya nafsu, ia terbebaskan. Ketika terbebaskan, muncullah pengetahuan: ‘Terbebaskan.’
sn23.11:1.8 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’”
sn23.11:1.9 Pertama.