sn22.95:3.1 Misalkan, para bhikkhu, pada musim gugur, ketika hujan turun deras, gelembung air muncul dan pecah seketika. Seorang laki-laki dengan mata jernih akan melihatnya, merenungkannya, dan memeriksanya secara bijaksana. Baginya, ketika melihat, merenungkan, dan memeriksanya secara bijaksana, gelembung itu akan tampak kosong belaka, hampa belaka, tanpa inti belaka. Apakah inti yang bisa ada dalam gelembung air, para bhikkhu?
BAGIAN 3
sn22.95:3.2 Demikian pula, para bhikkhu, perasaan apa pun juga—baik yang lampau, masa depan, maupun sekarang; internal maupun eksternal; kasar maupun halus; rendah maupun tinggi; jauh maupun dekat—seorang bhikkhu melihatnya, merenungkannya, dan memeriksanya secara bijaksana. Baginya, ketika melihat, merenungkan, dan memeriksanya secara bijaksana, perasaan itu akan tampak kosong belaka, hampa belaka, tanpa inti belaka. Apakah inti yang bisa ada dalam perasaan, para bhikkhu?