"Rāhula, bentuk apa pun juga—baik masa lalu, masa depan, maupun masa kini; internal atau eksternal; kasar atau halus; rendah atau mulia; jauh atau dekat—semua bentuk itu, setelah dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar: 'Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku,' maka ia terbebas melalui ketidakmelekatan.
“Rāhula, one truly sees any kind of form at all—past, future, or present; internal or external; solid or subtle; inferior or superior; far or near: <em>all</em> form—with right understanding: ‘This is not mine, I am not this, this is not my self,’ one is freed by not grasping.
kesadaran apa pun juga—baik masa lalu, masa depan, maupun masa kini; internal atau eksternal; kasar atau halus; rendah atau mulia; jauh atau dekat—semua kesadaran itu, setelah dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar: 'Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku,' maka ia terbebas melalui ketidakmelekatan.
One truly sees any kind of consciousness at all—past, future, or present; internal or external; solid or subtle; inferior or superior; far or near: <em>all</em> consciousness—with right understanding: ‘This is not mine, I am not this, this is not my self,’ one is freed by not grasping.
Demikianlah, Rāhula, seseorang mengetahui dan melihat sehingga batinnya terbebas dari pembentukan-aku, pembentukan-milikku, dan keangkuhan terhadap tubuh yang memiliki kesadaran ini serta terhadap semua gambaran eksternal; dan dengan melampaui pembedaan, batinnya menjadi damai dan terbebas dengan sempurna."
That’s how to know and see so that the heart is rid of I-making, mine-making, and conceit for this conscious body and externally for all signs; and going beyond discrimination, it’s peaceful and well freed.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.