sn22.87:5.1 Kemudian Sang Bhagavā, setelah memberikan nasihat ini kepada Yang Mulia Vakkali, bangkit dari duduknya dan pergi menuju Puncak Gunung Gijjhakūṭa.
sn22.87:5.2 Kemudian Yang Mulia Vakkali, tidak lama setelah Sang Bhagavā pergi, berkata kepada para perawatnya:
sn22.87:5.3 “Mari, teman-teman, angkatlah tempat tidurku dan bawalah aku ke Batu Hitam di lereng Gunung Isigili.
sn22.87:5.4 Bagaimana mungkin orang sepertiku berpikir untuk meninggal di kawasan berpenghuni!”
sn22.87:5.5 “Baik, teman,” para bhikkhu itu menjawab Yang Mulia Vakkali, lalu mengangkat tempat tidur Yang Mulia Vakkali dan membawanya ke Batu Hitam di lereng Gunung Isigili.
sn22.87:5.6 Sementara itu, Sang Bhagavā menghabiskan sisa malam dan siang itu di Puncak Gunung Gijjhakūṭa.
sn22.87:5.7 Kemudian, larut malam, dua dewata yang cemerlang, menerangi seluruh Puncak Gunung Gijjhakūṭa, mendekati Sang Bhagavā, memberi hormat, dan berdiri di satu sisi.
sn22.87:5.8 Salah satu dewata itu berkata kepada Sang Bhagavā:
sn22.87:5.9 “Bhante, bhikkhu Vakkali bertekad untuk mencapai kebebasan!”
sn22.87:5.10 Dan satu deva lainnya berkata kepada Bhagavā:
sn22.87:5.11 “Ia pasti akan terbebaskan dengan sempurna, Bhante!”
sn22.87:5.12 Demikianlah yang dikatakan oleh para deva itu.
sn22.87:5.13 Setelah mengatakan hal itu, mereka memberi hormat kepada Bhagavā, berjalan mengelilingi Beliau dengan menghadap ke kanan, lalu lenyap di tempat itu juga.