sn22.85:11.1 “Bagaimana menurutmu, Yamaka,
sn22.85:11.2 apakah engkau menganggap bahwa sebutan ‘Yang Tathāgata’ berlaku bagi seseorang yang tanpa bentuk?” … “tanpa perasaan?” … “tanpa persepsi?” … “tanpa bentukan-bentukan?” … “tanpa kesadaran?”
sn22.85:11.3 “Tidak, Yang Mulia.”
sn22.85:11.4 “Kalau begitu, Yang Mulia Yamaka, karena Yang Tathāgata tidak dapat ditemukan olehmu sebagai kenyataan sejati dalam kehidupan ini juga, pantaskah engkau menyatakan:
sn22.85:11.5 ‘Demikianlah aku memahami Dhamma yang diajarkan oleh Bhagavā: bahwa seorang bhikkhu yang telah menghancurkan kekotoran batin akan terputus dan musnah ketika tubuhnya hancur, dan tidak ada lagi setelah kematian’?”