Kemudian Brahmā Sahampati, setelah mengetahui pikiran Sang Bhagavā dengan pikirannya sendiri—seperti halnya seorang kuat yang merentangkan lengannya yang terlipat atau melipat lengannya yang terentang—demikian pula ia lenyap dari alam Brahmā dan muncul di hadapan Sang Bhagavā.
Then the divinity Sahampati knew the Buddha’s train of thought. As easily as a strong person would extend or contract their arm, he vanished from the realm of divinity and reappeared in front of the Buddha.
demikian pula, Bhante, ada para bhikkhu yang masih baru, baru saja meninggalkan keduniawian, baru datang pada Dhamma dan Vinaya ini; bagi mereka yang tidak melihat Bhagavā, mungkin timbul kegelisahan, mungkin timbul perubahan batin.
demikian pula, Bhante, ada para bhikkhu yang masih baru, baru saja meninggalkan keduniawian, baru datang pada Dhamma dan Vinaya ini; bagi mereka yang tidak memperoleh kesempatan melihat Bhagavā, mungkin timbul kegelisahan, mungkin timbul perubahan batin.
Seperti halnya Bhagavā pada masa lampau telah mendukung Saṅgha para bhikkhu, demikian pula kiranya sekarang Bhagavā berkenan mendukung Saṅgha para bhikkhu.”
May the Buddha support the mendicant Saṅgha now as he did in the past!”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 22.80 · Piṇḍolya Sutta: Para Pengemis | Tiga Keranjang