sn22.7:2.1 “Dan bagaimanakah, para bhikkhu, kemelekatan menyebabkan kecemasan?
sn22.7:2.2 Di sini, para bhikkhu, seorang kaum duniawi yang tidak terpelajar, yang tidak melihat para mulia, tidak terampil dalam Dhamma para mulia, tidak terlatih dalam Dhamma para mulia, yang tidak melihat orang-orang baik, tidak terampil dalam Dhamma orang-orang baik, tidak terlatih dalam Dhamma orang-orang baik,
sn22.7:2.3 menganggap bentuk sebagai diri, atau diri sebagai memiliki bentuk, atau bentuk dalam diri, atau diri dalam bentuk.
sn22.7:2.4 Bentuk itu baginya berubah dan menjadi lain.
sn22.7:2.5 Dengan perubahan dan keberlainan bentuk itu, kesadaran mengikuti perubahan bentuk.
sn22.7:2.6 Kecemasan yang lahir dari mengikuti perubahan bentuk, yang muncul dari kondisi-kondisi, menguasai pikirannya dan berdiam di sana.
sn22.7:2.7 Karena pikiran dikuasai, ia menjadi ketakutan, gelisah, khawatir, dan cemas karena kemelekatan.