Dengan melihat demikian, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar menjadi jemu terhadap bentuk, terhadap perasaan, terhadap persepsi, terhadap bentukan-bentukan kehendak, dan terhadap kesadaran.
Seeing this, a learned noble disciple grows disillusioned with form, feeling, perception, choices, and consciousness.
Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’
They understand: ‘Rebirth is ended, the spiritual journey has been completed, what had to be done has been done, there is nothing further for this place.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.