sn22.71:1.1 Di Sāvatthī.
sn22.71:1.2 Kemudian Yang Mulia Rādha mendekati Sang Bhagavā, memberi hormat, duduk di satu sisi, dan berkata kepada Beliau:
sn22.71:1.3 "Bagaimanakah, Bhante, seseorang mengetahui dan melihat sehingga dalam tubuh yang memiliki kesadaran ini dan dalam semua gambaran eksternal, tidak ada lagi keakuan, kepunyaan, dan kecenderungan tersembunyi terhadap kesombongan?"
sn22.71:1.4 "Rādha, bentuk apa pun juga—baik yang lampau, masa depan, atau sekarang; internal atau eksternal; kasar atau halus; rendah atau mulia; jauh atau dekat—semua bentuk itu ia lihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar: 'Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.'
sn22.71:1.5 Perasaan apa pun juga...
sn22.71:1.6 Persepsi apa pun juga...
sn22.71:1.7 Bentukan-bentukan kehendak apa pun juga...
sn22.71:1.8 Kesadaran apa pun juga—baik yang lampau, masa depan, atau sekarang; internal atau eksternal; kasar atau halus; rendah atau mulia; jauh atau dekat—semua kesadaran itu ia lihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar: 'Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.'
sn22.71:1.9 Demikianlah, Rādha, seseorang mengetahui dan melihat sehingga dalam tubuh yang memiliki kesadaran ini dan dalam semua gambaran eksternal, tidak ada lagi keakuan, kepunyaan, dan kecenderungan tersembunyi terhadap kesombongan." ...
sn22.71:1.10 Dan Yang Mulia Rādha menjadi salah satu dari para Arahant.
sn22.71:1.11 Kesembilan.