sn22.63:4.1 Kemudian bhikkhu itu, setelah menyetujui dan menyambut baik ucapan Bhagavā, bangkit dari duduknya, memberi hormat kepada Bhagavā, berjalan mengelilingi Beliau dengan sisi kanannya menghadap Beliau, lalu pergi.
sn22.63:4.2 Kemudian bhikkhu itu, hidup sendirian, mengasingkan diri, tekun, bersemangat, dan bertekad bulat, tidak lama kemudian—demi tujuan yang karenanya para putra keluarga dengan benar meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah—mencapai puncak tertinggi kehidupan suci, dan dalam kehidupan ini juga, dengan pengetahuan langsung, merealisasikannya dan berdiam di dalamnya.
sn22.63:4.3 Ia memahami: “Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi penjelmaan berikutnya.”
sn22.63:4.4 Dan bhikkhu itu menjadi salah satu dari para Arahant.
sn22.63:4.5 Pertama.