Ime kho, bhikkhave, tayo niruttipathā adhivacanapathā paññattipathā asaṅkiṇṇā asaṅkiṇṇapubbā, na saṅkīyanti, na saṅkīyissanti, appaṭikuṭṭhā samaṇehi brāhmaṇehi viññūhi.
Para bhikkhu, inilah tiga jalan sebutan, jalan julukan, jalan penamaan yang tidak tercampur, yang belum pernah tercampur, yang tidak tercampur, dan tidak akan tercampur, yang tidak dicela oleh para petapa dan brahmana yang bijaksana.
These are the three scopes of definition, labeling, and description. They’re uncorrupted, as they have been since the beginning. They’re not being corrupted now, nor will they be. Sensible ascetics and brahmins don’t look down on them.
Bahkan mereka, para bhikkhu, yang dahulu adalah pengikut Ukkala Vassabhañña, penganut paham tanpa sebab, penganut paham tanpa perbuatan, penganut paham nihilisme, mereka pun tidak menganggap bahwa ketiga jalan sebutan, jalan julukan, jalan penamaan ini layak dicela atau ditolak.
Even those who were loud and bold advocates of the doctrines of no-cause, inaction, and nihilism, didn’t imagine that these three scopes of definition should be criticized or rejected.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 22.62 · Khotbah tentang Ruang Lingkup Definisi | Tiga Keranjang