sn22.47:2.1 Demikianlah, cara merenungkan ini dan keangkuhan ‘aku ada’ belum lenyap darinya.
sn22.47:2.2 Dan selama keangkuhan ‘aku ada’ belum lenyap, maka kelima indriya ini muncul—
sn22.47:2.3 indriya mata, indriya telinga, indriya hidung, indriya lidah, dan indriya badan.
sn22.47:2.4 Ada, para bhikkhu, pikiran, ada objek-objek pikiran, ada unsur ketidaktahuan.
sn22.47:2.5 Tersentuh oleh perasaan yang lahir dari kontak dengan ketidaktahuan, seorang kaum awam yang tidak terpelajar berpikir ‘aku ada’;
sn22.47:2.6 ia berpikir ‘inilah aku’;
sn22.47:2.7 ia berpikir ‘aku akan ada’;
sn22.47:2.8 ia berpikir ‘aku tidak akan ada’;
sn22.47:2.9 ‘Aku akan memiliki bentuk’, demikianlah ia berpikir;
sn22.47:2.10 ‘Aku akan tanpa bentuk’, demikianlah ia berpikir;
sn22.47:2.11 ‘Aku akan memiliki persepsi’, demikianlah ia berpikir;
sn22.47:2.12 ‘Aku akan tanpa persepsi’, demikianlah ia berpikir;
sn22.47:2.13 ‘Aku akan bukan memiliki persepsi maupun tanpa persepsi’, demikianlah ia berpikir.