sn22.46:2.1 Dengan melihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar seperti ini, mereka tidak memiliki pandangan-pandangan tentang awal mula.
sn22.46:2.2 Tanpa pandangan-pandangan tentang awal mula, mereka tidak memiliki pandangan-pandangan tentang akhir akhir.
sn22.46:2.3 Tanpa pandangan-pandangan tentang akhir akhir, mereka tidak berpegang teguh secara keras kepala.
sn22.46:2.4 Tanpa berpegang teguh secara keras kepala, pikiran menjadi bosan terhadap bentuk,
sn22.46:2.5 perasaan,
sn22.46:2.6 persepsi,
sn22.46:2.7 pilihan-pilihan,
sn22.46:2.8 dan kesadaran; ia terbebas dari kekotoran batin dengan tidak melekat.
sn22.46:2.9 Karena terbebas, ia mantap. Karena mantap, ia puas. Karena puas, ia tidak cemas. Dengan tidak cemas, ia secara pribadi mencapai padamnya sempurna.
sn22.46:2.10 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk keadaan ini.’”
sn22.46:2.11 Keempat.