‹
SN 22.45

Aniccasutta

Khotbah tentang Ketidak-kekalan

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 22.45

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

sn22.45:1.2 “Para bhikkhu, bentuk adalah tidak kekal.

sn22.45:1.4 apa yang merupakan penderitaan adalah bukan diri;

sn22.45:1.5 dan apa yang bukan diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar seperti ini: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.’

sn22.45:1.6 Dengan melihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar seperti ini, pikiran menjadi tidak bernafsu dan terbebaskan dari kekotoran batin dengan tidak melekat.

sn22.45:1.12 apa yang merupakan penderitaan adalah bukan diri;

sn22.45:1.13 dan apa yang bukan diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar seperti ini: ‘Ini bukan milikku, aku bukan ini, ini bukan diriku.’

sn22.45:1.14 Dengan melihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar seperti ini, pikiran menjadi tidak bernafsu dan terbebaskan dari kekotoran batin dengan tidak melekat.

sn22.45:1.15 Para bhikkhu, jika pikiran seorang bhikkhu menjadi tidak bernafsu dan terbebaskan dari unsur bentuk, unsur perasaan,

sn22.45:1.18 Para bhikkhu, jika pikiran seorang bhikkhu terhadap unsur kesadaran telah menjadi tanpa nafsu dan terbebaskan, maka ia terbebas dari kekotoran batin dengan tidak melekat.

sn22.45:1.19 Karena terbebas, ia menjadi kokoh. Karena kokoh, ia menjadi puas. Karena puas, ia tidak menjadi cemas. Karena tidak cemas, ia secara pribadi mencapai padamnya sempurna.

sn22.45:1.20 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk keadaan ini.’”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.