sn22.26:2.1 Selama aku, para bhikkhu, belum memahami secara langsung sebagaimana adanya kepuasan sebagai kepuasan, bahaya sebagai bahaya, dan kebebasan sebagai kebebasan dari kelima kelompok kehidupan yang dilekati ini, maka aku belum mengaku telah mencapai penerangan sempurna yang tiada tara di dunia ini dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā, di antara makhluk-makhluk ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia.
sn22.26:2.2 Tetapi ketika aku, para bhikkhu, telah memahami secara langsung sebagaimana adanya kepuasan sebagai kepuasan, bahaya sebagai bahaya, dan kebebasan sebagai kebebasan dari kelima kelompok kehidupan yang dilekati ini, maka aku mengaku telah mencapai penerangan sempurna yang tiada tara di dunia ini dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā, di antara makhluk-makhluk ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia.
sn22.26:2.3 Maka aku, para bhikkhu, mengaku telah mencapai penerangan sempurna yang tiada tara di dunia ini dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā, di antara makhluk-makhluk ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia.
sn22.26:2.4 Dan pengetahuan serta penglihatan muncul dalam diriku:
sn22.26:2.5 ‘Kebebasanku tidak tergoyahkan; ini adalah kelahiran terakhirku; sekarang tidak ada lagi kelahiran baru.’”
sn22.26:2.6 Kelima.