sn22.1:10.1 Ia memandang perasaan sebagai diri, atau diri sebagai yang memiliki perasaan, atau perasaan di dalam diri, atau diri di dalam perasaan.
BAGIAN 10
sn22.1:10.2 Ia berdiam dengan dikuasai oleh pikiran: ‘Aku adalah perasaan, perasaan adalah milikku.’
sn22.1:10.3 Bagi ia yang berdiam dengan dikuasai oleh pikiran: ‘Aku adalah perasaan, perasaan adalah milikku,’ perasaan itu berubah dan menjadi lain.
sn22.1:10.4 Dari perubahan dan keberlainan perasaan itu, timbullah dukacita, ratapan, kesakitan, kesedihan, dan keputusasaan.