sn22.158:1.1 Di Sāvatthī.
sn22.158:1.2 “Para bhikkhu, ketika apakah yang ada, dengan menggenggam apakah, dan dengan melekat pada apakah, maka belenggu, kemelekatan, ikatan, dan keterikatan muncul?”
sn22.158:1.3 “Bhante, ajaran kami berakar pada Bhagavā…”
sn22.158:1.4 “Ketika bentuk ada, para bhikkhu, dengan menggenggam bentuk dan melekat pada bentuk, maka belenggu, kemelekatan, ikatan, dan keterikatan muncul.
sn22.158:1.5 Ketika perasaan ada…
sn22.158:1.6 ketika persepsi ada…
sn22.158:1.7 ketika bentukan-bentukan pikiran ada…
sn22.158:1.8 ketika kesadaran ada, dengan menggenggam kesadaran dan melekat pada kesadaran, maka belenggu, kemelekatan, ikatan, dan keterikatan muncul.
sn22.158:1.9 Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu,
sn22.158:1.10 apakah bentuk itu kekal atau tidak kekal?”
sn22.158:1.11 “Tidak kekal, Bhante.”
sn22.158:1.12 “Apa yang tidak kekal…
sn22.158:1.13 …apakah dengan tidak menggenggam apa yang tidak kekal, menderita, dan berubah, maka belenggu, kemelekatan, ikatan, dan keterikatan dapat muncul?”
sn22.158:1.14 “Tidak, Bhante.”
sn22.158:1.15 “Dengan melihat demikian…
sn22.158:1.16 …ia memahami: ‘tidak ada lagi kelahiran kembali dalam kondisi apa pun.’”
sn22.158:1.17 Kesembilan.