sn22.128:2.1 “Di sini, teman, seorang siswa mulia yang terpelajar memahami sebagaimana adanya bentuk yang tunduk pada kemunculan sebagai ‘bentuk yang tunduk pada kemunculan’; bentuk yang tunduk pada kelenyapan … bentuk yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘bentuk yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’;
sn22.128:2.2 Ia memahami sebagaimana adanya perasaan yang tunduk pada kemunculan … perasaan yang tunduk pada kelenyapan … perasaan yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘perasaan yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’;
sn22.128:2.3 persepsi yang tunduk pada kemunculan … persepsi yang tunduk pada kelenyapan … persepsi yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘persepsi yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’;
sn22.128:2.4 Ia memahami sebagaimana adanya bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kemunculan … bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kelenyapan … bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’;
sn22.128:2.5 Ia memahami sebagaimana adanya kesadaran yang tunduk pada kemunculan … kesadaran yang tunduk pada kelenyapan … kesadaran yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘kesadaran yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’.
sn22.128:2.6 Ini, teman, disebut pengetahuan;
sn22.128:2.7 dan dengan cara inilah seseorang disebut sebagai seorang yang memiliki pengetahuan.”
sn22.128:2.8 Yang ketiga.