sn22.127:2.1 “Di sini, sahabat, seorang kaum duniawi yang tidak terpelajar tidak memahami sebagaimana adanya bentuk yang tunduk pada kemunculan sebagai ‘bentuk yang tunduk pada kemunculan’; tidak memahami sebagaimana adanya bentuk yang tunduk pada kelenyapan sebagai ‘bentuk yang tunduk pada kelenyapan’; tidak memahami sebagaimana adanya bentuk yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘bentuk yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’.”
sn22.127:2.2 “Ia tidak memahami sebagaimana adanya perasaan yang tunduk pada kemunculan … perasaan yang tunduk pada kelenyapan … perasaan yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘perasaan yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’.”
sn22.127:2.3 “Ia tidak memahami sebagaimana adanya persepsi yang tunduk pada kemunculan … persepsi yang tunduk pada kelenyapan … persepsi yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘persepsi yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’.”
sn22.127:2.4 “Ia tidak memahami sebagaimana adanya bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kemunculan … bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kelenyapan … bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘bentukan-bentukan kehendak yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’.”
sn22.127:2.5 “Ia tidak memahami sebagaimana adanya kesadaran yang tunduk pada kemunculan … kesadaran yang tunduk pada kelenyapan … kesadaran yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan sebagai ‘kesadaran yang tunduk pada kemunculan dan kelenyapan’.”
sn22.127:2.6 “Ini, sahabat, disebut kebodohan.
sn22.127:2.7 Dan demikianlah seseorang disebut tenggelam dalam kebodohan.”
sn22.127:2.8 Selesai.