sn22.126:2.1 “Di sini, bhikkhu, seorang kaum duniawi yang tidak terpelajar tidak memahami sebagaimana adanya rūpa yang bersifat muncul sebagai rūpa yang bersifat muncul;
sn22.126:2.2 tidak memahami sebagaimana adanya rūpa yang bersifat lenyap sebagai rūpa yang bersifat lenyap;
sn22.126:2.3 tidak memahami sebagaimana adanya rūpa yang bersifat muncul dan lenyap sebagai rūpa yang bersifat muncul dan lenyap.
sn22.126:2.4 Ia tidak memahami sebagaimana adanya vedanā yang bersifat muncul sebagai vedanā yang bersifat muncul;
sn22.126:2.5 tidak memahami sebagaimana adanya vedanā yang bersifat lenyap sebagai vedanā yang bersifat lenyap;
sn22.126:2.6 tidak memahami sebagaimana adanya vedanā yang bersifat muncul dan lenyap sebagai vedanā yang bersifat muncul dan lenyap.
sn22.126:2.7 Ia tidak memahami sebagaimana adanya saññā yang bersifat muncul …
sn22.126:2.8 tidak memahami sebagaimana adanya saṅkhāra yang bersifat muncul sebagai saṅkhāra yang bersifat muncul;
sn22.126:2.9 tidak memahami sebagaimana adanya saṅkhāra yang bersifat lenyap sebagai saṅkhāra yang bersifat lenyap;
sn22.126:2.10 tidak memahami sebagaimana adanya saṅkhāra yang bersifat muncul dan lenyap sebagai saṅkhāra yang bersifat muncul dan lenyap.
sn22.126:2.11 Ia tidak memahami sebagaimana adanya viññāṇa yang bersifat muncul sebagai viññāṇa yang bersifat muncul;
sn22.126:2.12 tidak memahami sebagaimana adanya viññāṇa yang bersifat lenyap sebagai viññāṇa yang bersifat lenyap; tidak memahami sebagaimana adanya viññāṇa yang bersifat muncul dan lenyap sebagai viññāṇa yang bersifat muncul dan lenyap.”
sn22.126:2.13 Ia tidak memahami sebagaimana adanya kesadaran yang bersifat muncul dan lenyap sebagai kesadaran yang bersifat muncul dan lenyap.
sn22.126:2.14 Ini, bhikkhu, disebut ketidaktahuan;
sn22.126:2.15 dan demikianlah seseorang disebut tenggelam dalam ketidaktahuan."