‹
SN 22.122

Sīlavantasutta

Sutta tentang Bhikkhu Bermoral

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 22.122

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

sn22.122:1.1 Pada suatu ketika, Yang Mulia Sāriputta dan Yang Mulia Mahākoṭṭhika berdiam di dekat Varanasi, di Taman Rusa Isipatana.

sn22.122:1.2 Kemudian pada suatu sore, Yang Mulia Mahākoṭṭhika keluar dari keterasingan, mendekati Yang Mulia Sāriputta, dan berkata:

sn22.122:1.3 “Sahabat Sāriputta, hal-hal apakah yang harus direnungkan secara bijaksana oleh seorang bhikkhu yang bermoral?”

sn22.122:1.4 “Sahabat Koṭṭhika, seorang bhikkhu yang bermoral harus merenungkan secara bijaksana lima kelompok unsur yang melekat pada kemelekatan sebagai tidak kekal, sebagai penderitaan, sebagai penyakit, sebagai bisul, sebagai anak panah, sebagai kesengsaraan, sebagai penderitaan, sebagai yang asing, sebagai yang hancur, sebagai kosong, sebagai bukan diri.

sn22.122:1.6 Yaitu, kelompok unsur kemelekatan pada bentuk, kelompok unsur kemelekatan pada perasaan, kelompok unsur kemelekatan pada persepsi, kelompok unsur kemelekatan pada bentukan-bentukan kehendak, dan kelompok unsur kemelekatan pada kesadaran.

sn22.122:1.7 Sahabat Koṭṭhika, seorang bhikkhu yang bermoral harus merenungkan secara bijaksana lima kelompok unsur yang melekat pada kemelekatan ini sebagai tidak kekal, sebagai penderitaan, sebagai penyakit, sebagai bisul, sebagai anak panah, sebagai kesengsaraan, sebagai penderitaan, sebagai yang asing, sebagai yang hancur, sebagai kosong, sebagai bukan diri.

sn22.122:1.8 Mungkin saja, sahabat, bahwa seorang bhikkhu yang bermoral yang merenungkan secara bijaksana lima kelompok unsur yang melekat pada kemelekatan ini akan merealisasikan buah memasuki arus.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.