Sutavā ca kho, bhikkhave, ariyasāvako ariyānaṁ dassāvī …pe… sappurisadhamme suvinīto
Akan tetapi, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar telah melihat para mulia, … terampil dan terlatih dalam ajaran para mulia. Ia telah melihat orang-orang baik, dan terampil serta terlatih dalam ajaran orang-orang baik.
A learned noble disciple has seen the noble ones, and is skilled and trained in the teaching of the noble ones. They’ve seen true persons, and are skilled and trained in the teaching of the true persons.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, sutavā ariyasāvako na rūpabandhanabaddho, na santarabāhirabandhanabaddho, tīradassī, pāradassī; ‘parimutto so dukkhasmā’ti vadāmi.
Ini disebut, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar yang tidak terikat pada bentuk, tidak terikat pada belenggu internal atau eksternal, yang melihat pantai dekat dan pantai seberang; ‘Ia terbebas dari penderitaan,’ demikian Aku katakan.
They’re called a learned noble disciple who is not bound to form, inside or out. They see the near shore and the far shore. They’re free from suffering, I say.
ayaṁ vuccati, bhikkhave, sutavā ariyasāvako na viññāṇabandhanabaddho, na santarabāhirabandhanabaddho, tīradassī, pāradassī, ‘parimutto so dukkhasmā’ti vadāmī”ti.
Mereka disebut, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar, tidak terikat pada kesadaran, tidak terikat pada belenggu dalam maupun luar. Mereka melihat pantai dekat dan pantai seberang. Mereka terbebas dari penderitaan, demikianlah Aku katakan."
They’re called a learned noble disciple who is not bound to consciousness, inside or out. They see the near shore and the far shore. They’re free from suffering, I say.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.