sn22.115:1.1 Di Sāvatthī.
sn22.115:1.2 Sambil duduk di satu sisi, bhikkhu itu berkata kepada Sang Bhagavā:
sn22.115:1.3 “‘Pembabar Dhamma, pembabar Dhamma,’ demikian, Bhante, dikatakan;
sn22.115:1.4 sejauh apakah, Bhante, seseorang disebut pembabar Dhamma?”
sn22.115:1.5 “Jika, bhikkhu, ia mengajarkan Dhamma untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya bentuk, maka ia layak disebut ‘bhikkhu pembabar Dhamma’.
sn22.115:1.6 Jika, bhikkhu, ia berlatih untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya bentuk, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang berlatih sesuai Dhamma’.
sn22.115:1.7 Jika, bhikkhu, melalui kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya bentuk, ia terbebaskan tanpa kemelekatan, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang mencapai Nibbāna dalam kehidupan ini’.
sn22.115:1.8 Jika, bhikkhu, untuk perasaan …
sn22.115:1.9 persepsi …
sn22.115:1.10 bentukan-bentukan kehendak …
sn22.115:1.11 jika, bhikkhu, ia mengajarkan Dhamma untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya kesadaran, maka ia layak disebut ‘bhikkhu pembabar Dhamma’.
sn22.115:1.12 Jika, bhikkhu, ia berlatih untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya kesadaran, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang berlatih sesuai Dhamma’.
sn22.115:1.13 Jika, bhikkhu, melalui kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya kesadaran, ia terbebaskan tanpa kemelekatan, maka ia layak disebut ‘bhikkhu yang mencapai Nibbāna dalam kehidupan ini’.”
sn22.115:1.14 Ketiga.