Sāvatthinidānaṁ.
Di Sāvatthī.
At Sāvatthī.
Sutta Pemasuk Arus
Sāvatthinidānaṁ.
Di Sāvatthī.
At Sāvatthī.
“Pañcime, bhikkhave, upādānakkhandhā.
“Para bhikkhu, ada lima kelompok unsur kehidupan yang menjadi objek kemelekatan.
“Mendicants, there are these five grasping aggregates.
Katame pañca?
Apakah lima itu?
What five?
Seyyathidaṁ—rūpupādānakkhandho …pe… viññāṇupādānakkhandho.
Yaitu, kelompok unsur kehidupan yang menjadi objek kemelekatan berupa bentuk … dan kelompok unsur kehidupan yang menjadi objek kemelekatan berupa kesadaran.
That is, the grasping aggregates of form, feeling, perception, choices, and consciousness.
Yato kho, bhikkhave, ariyasāvako imesaṁ pañcannaṁ upādānakkhandhānaṁ samudayañca atthaṅgamañca assādañca ādīnavañca nissaraṇañca yathābhūtaṁ pajānāti.
Ketika, para bhikkhu, seorang siswa mulia memahami sebagaimana adanya kemunculan, lenyapnya, kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari kelima kelompok unsur kehidupan yang menjadi objek kemelekatan ini,
A noble disciple comes to truly understand these five grasping aggregates’ origin, disappearance, gratification, drawback, and escape.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, ariyasāvako sotāpanno avinipātadhammo niyato sambodhiparāyano”ti.
maka ia disebut siswa mulia yang merupakan pemasuk arus, tidak akan lagi terlahir di alam rendah, pasti menuju pencerahan.”
Such a noble disciple is called a stream-enterer, not liable to be reborn in the underworld, assured, destined for awakening.”
Sattamaṁ.
Ketujuh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.