Seperti halnya, para bhikkhu, seorang penebas alang-alang, setelah menebas alang-alang, memegangnya di pucuknya lalu menggoyang-goyangkannya, mengibas-ngibaskannya, dan membanting-bantingkannya;
A reed-cutter, having cut the reeds, grabs them at the top and shakes them down, shakes them about, and flails them about.
demikian pula, para bhikkhu, ketika persepsi tentang ketidak-kekalan dikembangkan dan dilatih secara berulang-ulang, ia melenyapkan seluruh nafsu indra … dan mencabut seluruh keangkuhan ‘aku’.
In the same way, when the perception of impermanence is developed … it eradicates all conceit ‘I am’.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 22.102 · Persepsi tentang Ketidak-kekalan | Tiga Keranjang