sn22.100:4.1 Misalkan, para bhikkhu, seorang pelukis atau seniman, dengan pewarna, lak merah, kunyit, nila, atau bunga kesumba, di atas papan yang dipoles, atau dinding, atau kain kanvas, akan melukis bentuk seorang wanita atau pria, lengkap dengan seluruh anggota tubuhnya;
sn22.100:4.2 demikian pula, para bhikkhu, ketika seorang kaum duniawi yang tidak terpelajar melahirkan kehidupan baru, yang ia lahirkan hanyalah bentuk, perasaan, persepsi, bentukan-bentukan pikiran, dan kesadaran.
sn22.100:4.3 Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu?
sn22.100:4.4 Apakah bentuk itu kekal atau tidak kekal?”
sn22.100:4.5 “Tidak kekal, Bhante.”
sn22.100:4.6 “Apakah perasaan …
sn22.100:4.7 persepsi …
sn22.100:4.8 bentuk-bentuk …
sn22.100:4.9 kesadaran kekal atau tidak kekal?” …
sn22.100:4.10 “Oleh karena itu, para bhikkhu …
sn22.100:4.11 Dengan melihat demikian …
sn22.100:4.12 Mereka memahami: ‘… tidak ada lagi kelahiran kembali dalam kondisi ini.’”
sn22.100:4.13 Yang kedelapan.